Text
UJI PEMATAHAN DORMANSI BENIH TELANG (Clitoria ternatea L.)
Bunga telang dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat tradisional karena
khasiat dan sifat alaminya, namun tumbuhan ini belum di budidayakan secara
luas. Perbanyakan bunga telang dapat dilakukan dengan cara generatif yaitu
menggunakan biji, namun benih telang memiliki masa dormansi hal ini
dikarenakan sifat biji yang keras. Dormansi benih telang dapat dipatahkan melalui
perlakuan pematahan dormansi. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk
mengetahui pematahan dormansi benih telang terhadap viabilitas dan vigor benih
telang. Penelitian ini dilakuakan di Laboratorium Fakultas Pertanian Unversitas
Khairun Ternate, pada tangal 7- 20 Januari 2021dengan menggunakan metode
rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 6 perlakuan dan diulangi
sebanyak 4 kali, dimana: TO = Tanpa perlakuan (Control) T1 = Benih yang
direndam dengan KNO3 10% (12 jam) T2 = Benih direndam dengan air kelapa
sebanyak 1 liter, ( 12 jam) T3 = Benih direndam dengan air panas 600 C (12 jam)
T4 = Benih direndam dengan H2SO4 10% (12 jam) T5 = Benih diskarifikasi
mekanis. Hasil analisis data parameter daya kecambah, H2SO4 memiliki
persentase daya kecambah paling tinggi (62.5%), potensi tumbuh maksimum pada
hari ke 3 HST – 14 HST perlakuan air kelapa memiliki rerata persentase potensi
tumbuh (90,5 %), vigor kecambah pada perlakuan air kelapa (86%), perlakuan
H2SO4 pada kecepatan tumbuh (31%), keserampakan tumbuh pada perlakuan air
panas 60o
c (68.5%), kecambah abnormal pada non perlakuan (32%), dan benih
mati (8 %) terdapat pada (T2)
Tidak tersedia versi lain