Text
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK COKELAT SULAMINA DI DESA WAININ KABUPATEN KEPULAUAN SULA
Komoditas kakao di masyarakat terutama bagian biji dapat diolah menjadi
diolah menjadi tiga olahan akhir, yaitu lemak kakao, bubuk kakao dan permen
atau makanan cokelat (Rahim et al., 2020). Kabupaten Kepulauan Sula
merupakan salah satu sentral produksi kakao terbesar di Maluku utara (Direktorat
Jenderal Perkebunan, 2015). Sebagian kakao yang dikelola oleh petani Kepulauan
Sula di pasarkan di Sulawesi dan Ternate, sebagian lagi di olah menjadi produk
olahan yang berbahan baku kakao, salah satunya adalah produk Cokelat Sulamina.
Cokelat Sulamina banyak digemari masyarakat, karena mempunyai cita rasa yang
khas praktis dan siap di konsumsi serta mempunyai karakteristik tersendiri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kimia dan organoleptik
Cokelat Sulamina di Desa Wainin Kabupaten Kepulauan Sula. Penelitian ini
merupakan penelitian eksperimental dengan desain penelitian Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dan uji hedonik dengan atribut yang dinilai adalah keseluruhan
produk (overall).
Hasil penelitian menunjukkan Cokelat Sulamina pada tiap perlakuan tidak
berpengaruh nyata terhadap kadar air, kadar abu, kadar lemak dan kadar protein.
Dan memberikan pengaruh sangat nyata pada parameter karbohidrat, organoleptik
(warna, aroma, rasa dan tekstur). Kandungan kimia Cokelat Sulamina memiliki
kadar air 1.72-2.04%, kadar abu 1.45-1.57%, kadar lemak 39.68-40.36%, kadar
protein 7.50-7.71% dan kadar karbohidrat 47.49-48.07%. Dan organoleptik
meliputi tingkat kesukaan yaitu warna dengan nilai 3.57-4.45%, aroma 3.52-
4.43%, rasa 3.91- 4.70% dan tekstur 4.16-4.91%.
Tidak tersedia versi lain