Text
Studi Kajian Kelayakan Ekonomi Alat Pemotong Besi Dengan Menggunakan Mesin Penggerak Type 5,5 Sfe 160 Ec
Proses pemotongan besi merupakan salah satu penanganan untuk memotong besi dengan menggunakan pisau potong berupa batu gerinida yang tipis dan alat potong besi dengan menggunakan mesin penggerak type 5,5 HP SFE 160 EC dapat digunakan pada daerah-daerah yang tidak adanya listrik, karena menggunakan mesin penggerak utama yaitu motor bakar. Penilitian ini bertujuan menganalisa kelayakan ekonomi dari produksi alat pemotong besi menggunakan metode break event point, net present value dan return on investment. Hasil penelitian menunjukan bahwa kapasitas produksi pada setiap bulan sangat berpengaruh terhadap harga jual alat pemotong besi, jika kapasitas produksi 12 unit/bulan maka harga jualnya semakin kecil dari produksi 2 unit/bulan dan harga jualnya Rp.6.500.000,-/unit menjadi 6.300.000,-/unit. Break Even Point atau titik pulang pokok dari produksi 2 unit alat pemotong besi adalah BEP (unit) = 0,63751, BEP = 20 hari dan untuk produksi 12 unit alat pemotong besi titik pulang pokoknya adalah BEP (unit) = 0,603050, BEP = 18 hari. Net Present Value alat untuk kapasitas produksi/unit adalah bulan 1, dimana Net Present value alat pemotong besi untuk kapasitas produksi 2 unit pada bulan pertama berinvestasi perusahaan telah mendapatkan keuntungan atau modal awal investasi sudah kembali, dengan mendapat keuntungan Rp.1.896.288 dan meningkat terus setiap bulannya sampai pada bulan ke-12 keuntungan perusahaan meningkat menjadi Rp. 22.755.456,- dalam satu tahun perusahaan berproduksi. Return On Investment untuk kapasitas produksi 2 unit 17% dan 12 unit/bulan adalah 18%.
Kata kunci: analisa kelayakan, alat pemotong besi, bep, npv, ro
Tidak tersedia versi lain