Text
Studi Perbaikan Tanah Lempung Menggunakan Campuran Asbuton
Kata Kunci : Tanah Lempung, Asbuton, Stabilisasi, Konsolidasi, Permeabilitas.
Tanah memiliki peran yang cukup besar terhadap pembangunan suatu konstruksi dalam bidang teknik sipil. Pembangunan suatu konstruksi akan berdiri tegak apabila tanah dasar dibawahnya cukup kuat untuk mendukungnya. Tanah lempung merupakan tanah yang memiliki partikel – pertikel mineral tertentu yang menghasilkan sifat – sifat plastis pada tanah bila di campur air, yang ukuran butir halus kurang dari 0,002 mm, permeabilitas rendah, kenaikan air kapiler tinggi, bersifat sangat kohesif, kadar kembang kesut yang tinggi dan proses konsolidasi yang lambat.
Pengembangan pada tanah lempung dapat dikendalikan dengan cara stabilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan (konsolidasi) dan permebilitas pada tanah lempung yang distabilisasi dengan Aspal Buton. Dengan penambahan campuran variasi Aspal Buton 0%, 3%, 6%, 9%, 12%.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap tanah lempung yang di stabilisasikan dengan Aspal buton pada pengujian, diperoleh penurunan konsolidasi total overconsolidated Sc yang semakin menurun atau semakin kecil. Dengan koefisien konsolidasi Cv yang terus meningkat atau waktu penurunan yang terjadi semakin cepat, sehingga tingkat pemampatan tanah lempung menjadi lebih besar, sehingga koefisien perubahan volume (mv) menjadi lebih kecil. Pada penambahan campuran variasi Aspal Buton 12% dapat mengurangi koefisien pemampatan (av) dengan nilai 0,0086 cm2/gr, indeks pemampatan (Cc) sebesar 0,0546 dan indeks pemampatan kembali (Cr) sebesar 0,0564 cm2/gr.
dari penambahan Aspal Buton 0% atau tanah asli di lapangan. Pada hasil pengujian permeabilitas diperoleh nilai koefisien permeabilitas menjadi semakin kecil pada penambahan campuran Aspal Buton 12% dari nilai koefisien permeabilitas tanah asli atau variasi campuran Aspal buton 0%
Tidak tersedia versi lain