Text
PENGARUH VARIASI KECEPATAN ANGIN DAN JARAK NOSEL DENGAN SUDU TURBIN TERHADAP UNJUK KERJA TURBIN ANGIN
Pengaruh variasi kecepatan angin dan jarak nosel dengan
sudu turbin terhadap unjuk kerja turbin angin
Energi listrik yang dikonsumsi oleh manusia dari energi angin tidak
dihasilkan langsung oleh alam, maka untuk memanfaatkan energi angin
diperlukan sebuah alat yang bekerja dan menghasilkan energi listrik, yang dikenal
sebagai turbin angin. Kecepatan pergerakan angin di Indonesia pada umumnya
rendah bahkan hampir tidak bergerak samasekali (diam). Kecepatan angin yang
rendah dapat ditingkatkan dengan menempatkan sebuah nosel pengarah. Begitu
pula jarak dimana posisi nosel pengarah dengan sudu-sudu turbin ditempatkan
akan mempengaruhi besarnya unjuk kerja dari turbin angin.
Bahan yang digunakan dalam pembuatan nosel pengarah dari bahan seng
plat aluminium dengan diameter masuk 400 mm dan diameter keluar nosel
pengarah 300 mm. Untuk mengetahui unjuk kerja dari turbin angin, turbin diberi
gerakan udara yang berasal dari kipas angin yang memiliki tiga mode kecepatan
putar kipas angin (mode 1, mode 2, dan mode 3) untuk posisi jarak antara nosel
pengarah dengan sudu-sudu turbin (S), 5 mm; 10 mm; 20 mm dan 30 mm. pada
Penelitian ini data yang diambil berupa temperatur udara dan kecepatan angin
yang terbaca pada anemometer serta jumlah putaran yang dihasilkan pada turbin
angin pada alat tachometer, sedangkan beban pengereman yang diberikan konstan
yakni 10 gr.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jarak antara nosel pengarah dengan
sudu-sudu turbin angin, S yang dapat menghasilkan unjuk kerja yang optimal
yakni berada 5 mm sampai 10 mm, dimana unjuk kerja maksimum terjadi pada
jarak S = 1,0 cm. Besarnya daya dan efisiensi yang dibangkitkan oleh turbin angin
pada jarak S = 10 mm, masing-masing adalah 0,0087 W dan 1,93 % (untuk mode
1); 0,0099 W dan 1,55 % (untuk mode 2); dan 0,0109 W dan 1,42 % (untuk mode
3).
Kata kunci: Variasi kecepatan, jarak, nosel, sudu-sudu turbin, unjuk kerja.
Tidak tersedia versi lain