Text
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DI JALUR PENDAKIAN GUNUNG GAMALAMA KELURAHAN MOYA KOTA TERNATE
Keberadaan burung memainkan peranan penting dalam penilaian kesehatan
lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem di alam. Kawasan hutan di
Pulau Ternate memegang peranan penting dalam mempertahankan kestabilan
ekosistem khususnya burung. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan
habitat dan menganalisis komunitas burung (Keanekaragaman dan Kemerataan) di
kawasan Jalur Pendakian Gunung Gamalama Kelurahan Moya Kota Ternate.
Metode yang digunakan profil habitat meliputi dua aspek yaitu biotik yang
merupakan komponen vegetasi dan abiotik yang meliputi pengukuran suhu dan
kelembapan. Metode yang digunakan untuk komunitas burung adalah metode
point count dengan radius pengamatan adalah 25 m dengan jarak antara dua titik
yaitu 100 m. Profil habitat dianalisis secara deskriptif kualitatif dan komunitas
burung (Keanekaragaman dan Kemerataan) menggunakan indeks
keanekaragaman Shannon-Wiener (H’ = -∑ pi ln pi), indeks kemerataan (E =
H’/ln S) dan Kekayaan Jenis menggunkan Indeks Margalef (R1 = (S-1)/ln N).
Deskripsi habitat pada jalur pendakian Gunung Gamalama memliki habitat kebun
campuran. Kawasan didominasi tanaman pala. Jalur pendakian ini juga terdapat
kawasan ekowisata Gamalama. Lokasi penelitian berada ketinggian 590 sampai
930 mdpl dengan topografi bergelombang hingga curam dengan tutupan tajuk
tertutup hingga terbuka. Komunitas burung dijalur pendakian Gunung Gamalama
ditemukan 20 jenis dengan total keseluruhan 213 ekor yang ditemukan. Indeks
keanekaragaman jenis burung sebesar 2,37. Kawasan kebun campuran memilki
Indeks keanekaragaman 2,32. Kawasan ekowisata Gamalama memiliki indeks
keanekaragaman sebesar 2,03 dan pada Burung yang paling banyak dijumpai di
seluruh titik pengamatan adalah Burung Madu Sriganti dengan 41 ekor.
Kata kunci: Habitat, Keanekaragaman Burung, Gunung Gamalama
Tidak tersedia versi lain