Text
PERBANDINGAN METODE MOORA DAN TOPSIS UNTUK PENERIMAAN KARYAWAN BARU (STUDI KASUS : SUPERMARKET DUA SEKAWAN)
Dalam mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan
perusahaan membutuhkan proses yang cukup lama. Dari hal tersebut maka perusahan sangat
membutuhkan Sistem Pendukung Keputusan yang Multi Criteria Decision Making agar perusahaan
dapat dengan cepat dan efektif dalam mengambil keputusan. Terdapat beberapa metode yang
bisa digunakan dalam MCDM, dua di antaranya adalah metode MOORA dan TOPSIS. Tujuan dari
penelitian ini adalah membangun sistem pendukung keputusan dengan menggunakan metode
MOORA dan TOPSIS agar dapat membandingkan sensivitas dari metode MOORA dan metode
TOPSIS. Pada pengujian yang dilakukan pada bab IV menghasilkan nilai preferensi tertinggi
hingga terendah dari metode MOORA dan TOPSIS. Pada hasil perengkingan, metode MOORA
memiliki nilai alternatif yang paling tinggi dari 12 alternatif adalah 0,3574 dan yang paling rendah
adalah 0,1858. Metode TOPSIS memiliki nilai paling tinggi dari 12 alternatif adalah 0,8906 dan
yang paling rendah adalah 0,0035. Pada pengujian sensivitas menunjukan bahwa metode TOPSIS
cenderung lebih sensitiv dari metode MOORA hal tersebut dikarenakan pada pengujian sensivitas
tahap 1 metode MOORA memiliki nilai 0,0647 dan metode TOPSIS memiliki nilai 0,4576 pada
tahap 2 metode MOORA memiliki nilai 0,1068 dan metode TOPSIS memiliki nilai 0,1431 pada
tahap 3 metode MOORA memiliki nilai 0,0857 dan metode TOPSIS memiliki nilai 0,3004 dari ketiga
tahapan pengujian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa metode yang lebih baik adalah metode
MOORA karna metode MOORA tidak terlalu sensitiv terhadap perubahan nilai preferensi
dibandingkan dengan metode TOPSIS yang lebih sensitiv dalam perubahan nilai preferensi.
Kata Kunci: perbandingan metode, MOORA dan TOPSIS, untuk penerimaan karyawan
baru
Tidak tersedia versi lain