Text
PENDUGAAN KANDUNGAN KARBON PADA EKOSISTEM MANGROVE DI KELURAHAN GURAPING KOTA TIDORE KEPULAUAN
Maimunah Irma Pujiati. NPM 05181811029. Pendugaan Kandunagan Karbon Pada
Ekosistem Mangrove di Kelurahan Guraping Kota Tidore Kepulauan Dibimbing
Oleh Najamuddin dan Irmalita Tahir.
Hutan bakau atau biasa kita sebut juga hutan mangrove merupakan salah satu
tipe hutan dari berbagai jenis hutan diIndonesia. Hutan mangrove merupakan salah
satu tumbuhan yang melepaskan emisi ke udara lebih kecil dari pada hutan di
daratan, karena pembusukan serasah tanaman aquatic tidak melepaskan karbon.
Maluku Utara memiliki kawasan ekosistem mangrove yang masih baik dan tersebar
diberbagai wilayah di Maluku utara, salah satunya adalah kawasan ekosistem hutan
mangrove di Perairan Guraping. Ekosistem mangrove mampu menyerap karbon
empat kali lebih banyak dari hutan hujan tropis dan menyimpannya lebih lama.
Namun dibandingkan dengan penyimpanan pada jaringan tubuh hutan mangrove,
simpanan karbon tertinggi terdapat pada sedimen. Karbon merupakan komponen
penting penyusun biomassa tanaman, dari hasil rangkuman berbagai studi terhadap
berbagai jenis pohon diperkirakan kadar karbon sekitar 45–46% bahan kering dari
tanaman. Biomassa adalah total berat atau volume organisme dalam suatu area atau
volume tertentu. Biomassa juga didefinisikan sebagai total jumlah materi hidup di
atas permukaan pada suatu pohon dan dinyatakan dengan satuan ton berat kering per
satuan luas. Kandungan karbon atas tertinggi pada jenis Rhizophora stylosa 6.76
gram dan terendah pada jenis Sonneratia alba 0.23 gram dan kandungan karbon
bawah tertinggi pada lapisan bawah 4432.55 g/cm² dan terendah pada lapisan atas
732.56 g/cm². Hubungan untuk karbon sedimen dengan kandungan karbon
menunjukan korelasi negatif pada testur kerikil dan korelasi positif pada testur pasir
sedang.
Kata Kunci : karbon, biomassa, mangrove, Guraping.
Tidak tersedia versi lain