Perpustakaan Universitas Khairun

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of ANALISIS PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) DAN KRIGING DALAM INTERPRETASI GRADIENT POLA ALIRAN AIR TANAH PADA LOKASI PENAMBANGAN LEMPUNG PT. ETERNAL RICHWAY, KABUPATEN TABALONG, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN
Penanda Bagikan

Text

ANALISIS PERBANDINGAN METODE INTERPOLASI INVERSE DISTANCE WEIGHTING (IDW) DAN KRIGING DALAM INTERPRETASI GRADIENT POLA ALIRAN AIR TANAH PADA LOKASI PENAMBANGAN LEMPUNG PT. ETERNAL RICHWAY, KABUPATEN TABALONG, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

ABDUL AZIS SAHIDI - Nama Orang;

Hidrogeologi mempunyai makna yang sama akan tetapi penekanannya lebih besar
dalam aspek ke-geologian uraian tentang air tanah tidak akan lepas dari ilmu hidrologi, mulai
dari kajian air tanah, pergerakan air tanah dan sampai mencapai laju jenuh di dalam aquifer
serta pelepasannya dipermukaan tanah. Untuk interpretasi gradient pola aliran air tanah
dapat menggunakan pendekatan Metode Interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) dan
Kriging. Pengukuran dilakukan pada 5 titik bor dan 4 titik di dekat Daerah Aliran Sungai
(DAS). Hasil dari pengamatan kemudian diolah menggunakan ArcGIS 10.3 dengan
menggunakan dua pendekatan yaitu Metode Interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW)
dan Kriging. Metode Interpolasi IDW menghasilkan nilai koefisien korelasi R= 0,9751 dengan
pola aliran air tanah bergerak dari titik borehole 2 mengarah mengarah ke arah timur –
selatan – utara memiliki laju aliran air tanah yang relatif lambat dan pola aliran air tanah yang
bergerak ke arah barat memiliki laju laju aliran air tanah yang lebih cepat menuju ke titik
borehole ke 5 setelah melewati titik borehole ke 5 laju aliran air tanahnya mulai melambat,
sedangkan untuk Metode Interpolasi Kriging menghasilkan nilai koefisien korelasi R= 0,9752
dengan pola aliran air tanah bergerak dari titik borehole tertinggi yaitu pada borehole 2
mengarah ke arah timur – barat – selatan – utara memiliki laju aliran yang relatif lambat. Hal
ini dikarenakan Metode Interpolasi IDW menghasilkan kontur yang lebih halus serta lebih
rapat dibandingkan dengan Metode Interpolasi Kriging.
Kata Kunci: Hidrogeologi, IDW, Kriging.


Ketersediaan
#
Lantai 2 2022 622 Sah A
S 2165 2022
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
2022 622 Sah A
Penerbit
Ternate : PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE., 2022
Deskripsi Fisik
vii. 65 Hlm. 30 cm illus, Bibilo
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
12 Desember 2022
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
SAHIDI ABDUL AZIS
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Universitas Khairun
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?