Text
ANALISIS KEBISINGAN LALU LINTAS UDARA DISEKITAR BANDAR UDARA SULTAN BABULAH KOTA TERNATE
FARADILA HI HUKUM
ANALISIS KEBISINGAN LALU LINTAS UDARA DISEKITAR BANDAR UDARA SULTAN BABULAH KOTA TERNATE
Kata Kunci : Kebisingan, Dampak Kesehatan, Bandara
Meningkatnya kebutuhan masyarakat Kota Ternate akan transportasi udara membuat Bandara Sultan Babullah peningkatan layanan penerbangan. Aktivitas bandara berpotensi menimbulkan kebisingan. Di sekitar bandara masih banyak pemukiman yang dapat terkena dampak karena suara yang dikeluarkan dari aktivitas bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kebisingan dari aktivitas penerbangan di kawasan pemukiman dan bagaimana dampaknya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, pengumpulan data melalui observasi dan wawancara langsung dan pengukuran intensitas kebisingan. Pengukuran kebisingan dilakukan selama 3 hari dimana tiitk pertama berada di pemukiman akehuda, titik kedua di tafure timur,titik tiga ditabam, keempat di tafure utara, titik lima di tafure barat dan titik ke enam di pemukiman akehuda selatan dengan menggunakan alat sound level meter. Hasil penelitian menunjukan pengukuran LS 8 jam selama 1 hari didapatkan tingkat kebisingan tertinggi pada titik 5 yaitu 82,9 dbA. Disimpulkan bahwa daerah tidak layak untuk menjadi kawasan pemukiman karena kebisingan yang terjadi diatas ambang batas baku mutu yaitu 55 db. Hal ini berimplikasi pada kesehatan masyarakat di sekitar tempat dimana 60 responden tersebut 36% responden menyatakan sangat bising dan 20% menyatakan cukup bising Untuk meredam tingkat kebisingan di area sekitar bandar udara dapat di lakukan dengan cara menanam pohon yang rimbun dengan jarak tanam dan batas ketinggian yang sesuai pada lingkungan bandar udara yang dapat berfungsi sebagai zona penyangga agar intensitas kebisingan tidak melebihi Baku mutu berdasarkan Kepmenlh No.48 Tahun 1996.
Tidak tersedia versi lain