Text
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING MATERI PESAWAT SEDERHANA PADA PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)
Amalia Tomia. Pengembangan Media Pembelajaran Mobile learning Pada
Materi Pesawat Sederhana pada Pembelajaran IPA Sekolah Mengeah
Pertama(SMP) dibawah bimbingan Ibu Nurlaela Muhammad S.Pd., M.Pd
pembimbing I dan Bapak Dr. saprudin, S.Pd., M.Pd pembimbing II. Ternate
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun, 2022
Penelitian pengembangan mobile learning ini dilatar belakangi oleh adanya
tuntunan digitalisasi dalam dunia pendidikan mengingat semakin bertambahnya
jumlah pengguna smartphone. Sebagian besar peserta didik memiliki smartphone
namun dimanfaat peserta didik untuk membuka fitur-fitur berupa browsing, game
dan sosial media. Berdasarkan koesioner yang dibagikan kepada peserta didik
SMP Negeri 2 Kota Ternate kelas VIII-10 sebanyak 92% bahwa sumber belajar
yang digunakan pesera didik berupa buku cetak, dan google sebanyak 16% dan
83% peserta didik belum pernah mengunakan mobile learning dalam
pembelajaran IPA fisika.
Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui tingkat kelayakan media
pembelajan mobile learning, mengetahui tanggapan guru dan siswa terhadap
media pembelajaran mobile learning yang dikembangkan serta untuk mengetahui
hasil pembelajaran siswa setelah diberikan media pembelajaran mobile learning
pada materi Pesawat Sederhana. Jenis penelitian ini adalah penelitian
pengembangan dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design,
Development, Implementation dan evaluation). Subjek penelitian pengembangan
ini adalah 9 dosen Universitas Khairun sebagai validator media pembelajaran dan
4 guru mata pelajaran IPA kelas VIII di SMP negeri 2 Kota Ternate, serta 24
siswa kelas VIII-10 di SMP Negeri 2 kota Ternate untuk dilakukan uji coba skala
kecil.
Hasil penelitian pengembangan media pembelajaran mobile learning pada
materi pesawat sederhana dikembangkan dengan model ADDIE, terdiri dari lima
tahap yaitu penelitian melakukan analisis awal (analisis kurikulum, analisis
materi, analisis jurnal, dan analisis studi lapangan), tahap desain atau
perencanaan, tahap pengembangan, tahap implementasi dan tahap evaluasi.
Berdasrakan hasil validasi terhadap media pembelajaran mobile learning layak
digunakan dengan persentase validator ahli media 83%, ahli materi 92% dan ahli
bahasa 98% berada pada kategori sangat layak. Berdasarkan hasil pretest dan
postest yang dilakukan kepada siswa sesudah diberikan media pemebelajaran
mobile learning mengalami peningkatan yaitu dapat dilihat pada skor N-gain yang
mendapatkan nilai 0,37, 0,45, 0,64. Sedangkan untuk hasil tanggapan guru yang
dilakuakan terhadap 4 orang guru medapatkan presentase 92% dengan kriteria
sangat baik dan untuk tanggapan dari siswa yang dilakukan uji coba sakala kecil
mendapatkan presentase sebesar 94% dengan kategori sangat baik.
Tidak tersedia versi lain