Text
ANALISIS KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KAWASAN EKOSISTEM ESENSIAL (KEE) TANJUNG BOLEU DESA KAO KABUPATEN HALMAHERA UTARA
Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan kawasan mangrove yang
mempunyai kawasan konservasi yang masih terjaga dengan baik. Perubahan fungsi
kawasan mangrove menjadi lahan tambak, pertanian dan pemukiman mengakibatkan
kerusakan potensi ekosistem mangrove. Kegiatan ekowisata mangrove merupakan
bagian dari salah satu bentuk pemanfaatan hutan mangrove yang bernilai ekonomis untuk
peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal. Selain dari itu kegiatan ekowisata secara
langsung memberikan manfaat pelestarian alam dan lingkungan. Tuhuan penelitian ini
adalah untuk mengidentifikasi potensi lahan mangrove, mengevaluasi kesesuaian lahan
dan merumuskan konsep pengambangan ekowisata mangrove. Metode yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode survey Purposive Sampling menggunakan jalur
transek, wawancara dan studi literatur. Polah pendekatan yang digunakan dalam kegitan
ini adalah deskriptif kuantitatif dan analisi SWOT. Hasil penelitian menunjukan potensi
ekowisata di tanjung boleu desa kao sangat memenuhi syarat baik potensi fisik, biologi
dan sosial budaya. Faktor pendukung dari kekuatan dan peluang, yaitu petensi keragaman
flora, fauna endemik yang dilindungi, potensi gejala alam dan keindahan alam,
pendampingan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan dukungan Pemerintah Daerah.
Faktor penghambat adalah terdiri dari kelemahan dan ancaman yaitu, potensi
pengembangan ekosistem mangrove, ekosistem mangrove belum di manfaatkan dengan
baik, ekosistem mangrove belum dimanfaatkan dengan baik, belum tersedianya
infastruktur dan sarana prasarana yang memadai, Kawasan ekositem esensial dan
Kawasan Biodifercity Area belum dimaanfaatkan sebagaimana fungsinya, abrasi pantai
yang terus terjadi, pembangunan pemukiman di lahan mangrove terus terjadi, polusi
sampah dari darat dan laut dan mencemari lahan mangrove dan mempengaruhi kesehatan
lingkungan, Adanya perkebunan masyarakat di area mangrove, Adanya aktifitas
masyarakat yang mencari kepiting dan kerang yang dapat mengancam keberadaan biota
ekosistem mangrove. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif-kualitatif, adapun pendekatan
kuantitatif dalam penelitian ini, yaitu jenis penelitian dengan menggunakan data-data
tabulasi atau data angka sebagai bahan pembanding maupun bahan rujukan dalam
menganalisis. Alat analisis yang di gunakan dalam penelitian ini adalah alat analisis
kesesuaian lahan ekowisata, klasifikasi mangrove dan juga analisis strategi atau SWOT.
Kemudian pendekatan kualitatif dalam penelitian ini, yaitu penelitian nonmatematis
dengan proses menghasilkan data-data dari hasil temuan berupa pengumpulan pendapat
responden. Dari hasil uji analisis kesesuaian lahan ekowisata di tanjung boleu Desa Kao,
di nilai berdasarkan parameter-parameter kesesuaian lahan ekowisata klasifikasi
mangrove menunjukan bahwa kawasan ini sesuai untuk penetapannya sebagai obyek
ekowisata yang berdaya tarik wisata. Kemudian strategi yang tepat untuk
pengembangannya adalah strategi kekuatan untuk memperoleh peluang
Tidak tersedia versi lain