Text
BIOEKONOMI IKAN DOLOSI EKOR KUNING (Caesio cuning) YANG TERTANGKAP ALAT TANGKAP Bottom Gillnet DAN DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA (PPN) TERNATE, PROVINSI MALUKU UTARA
Pemanfaatan sumberdaya ikan dolosi ekor kuning (Caesio cuning.) yang
tertangkap alat tangkap jaring insang dasar dan didaratkan di Pelabuhan Perikanan
Nusantara Ternate, Provinsi Maluku Utara dapat menurunkan stok ikan dolosi
ekor kuning dan apabila melebihi upaya penangkapan, maka akan menyebabkan
terjadinya “overfishing”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat
pemanfaatan dan pengelolaan sumberdaya ikan dolosi ekor kuning secara optimal
berbasis bioekonomi yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN)
Ternate Provinsi Maluku Utara, sehingga pengelolaan sumberdaya ikan dolosi
ekor kuning yang didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Ternate Provinsi
Maluku Utara dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Penelitian dilakukan
dengan metode studi kasus. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalah analisis CYP (Clarke, Yhosimoto, Pooley), dan metode Schaefer. Hasil
penelitian memberikan indikator bahwa ikan dolosi ekor kuning yang tertangkap
alat tangkap jaring insang dasar dan didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara
belum mengalami “overfishing” baik secara biologi (biological overfishing) dan
ekonomi (economic overfishing). Dalam kondisi MEY pendekatan metode CYP
(Clarke, Yhosimoto, Pooley) yang merupakan pengelolaan ekonomi optimal,
terestimasi effort sebanyak 84 trip per tahun, produksi sebesar 43.584 ton per
tahun dan rantai ekonomi maksimum yakni Rp.337.509.100 per trip per tahun.
Jumlah effort dalam kondisi MSY adalah 138 trip per tahun, produksi sebesar
51.247 ton dan rantai ekonomi sebesar Rp.203.334.611 per trip per tahun.
Sedangkan dalam kondisi MEY pendekatan metode Schaefer yang merupakan
pengelolaan ekonomi optimal, terestimasi effort sebanyak 102 trip per tahun,
produksi sebesar 50 ton per tahun dan rantai ekonomi maksimum yakni Rp
366.922.606 per trip per tahun. Jumlah effort dalam kondisi MSY adalah 173 trip
per tahun, produksi sebesar 60 ton dan rantai ekonomi sebesar Rp 200.774.077
per trip per tahun
Tidak tersedia versi lain