Text
HUBUNGAN KEJADIAN KATARAK DENGAN PENYAKIT DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE
iv
HUBUNGAN KEJADIAN KATARAK DENGAN PENYAKIT DIABETES
MELITUS TIPE 2 DI RSUD DR. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE
Rizka Maulany Abdullah1, Yetrina2, Liasari Armaijn3
1Program Studi Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun
2Departemen Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Khairun
3Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas
Khairun
ABSTRAK
Latar Belakang: Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia
sebesar 77,7%. Katarak merupakan penyebab gangguan penglihatan paling
sering pada pasien diabetes melitus tipe 2 (DM tipe 2), karena enzim Aldose
Reduktase (AR) mengkatalisis reduksi glukosa menjadi sorbitol yang
menyebabkan terjadinya katarak pada pasien diabetes.
Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kejadian katarak dengan penyakit
diabetes melitus tipe 2 di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.
Metode: Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan rancangan case
control study hospital based, di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate.
Sampel pada penelitian ini terbagi 37 kasus dan 37 kontrol, diambil
menggunakan teknik simple random sampling, dan dilakukan uji analisis
Chisquare dan Odds Ratio.
Hasil: Frekuensi kejadian katarak yang menderita DM tipe 2 sebesar 31 pasien
(62%) yang terbanyak usia > 45 tahun dan jenis kelamin perempuan. Hasil
penelitian terdapat hubungan kejadian katarak dengan penyakit DM tipe 2 (p-
value = 0,000), dan pasien DM tipe 2 berisiko 6,5 kali lebih besar untuk terjadi
katarak dibandingkan dengan pasien yang tidak DM tipe 2.
Kesimpulan: Terdapat hubungan kejadian katarak dengan penyakit diabetes
melitus tipe 2 dan pasien yang menderita diabetes melitus tipe 2 berisiko 6,5
kali lebih besar untuk terjadi katarak.
Kata Kunci: DM Tipe 2, Jenis Kelamin, Katarak, Pasien, Usia
Tidak tersedia versi lain