Text
ANALISIS MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS TERPADU IAIN TERNATE MALUKU UTARA
MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA
PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KAMPUS TERPADU IAIN TERNATE MALUKU
UTARA
Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Manajemen Risiko Penilaian Risiko,
Kecelakaan Kerja, Identifikasi Risiko
Setiap pekerjaan pasti memiliki risiko dalam pelaksanaannya tidak terkecuali dalam
pekerjaan konstruksi. Lemahnya kesadaran akan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)
dapat menimbulkan berbagai kendala dalam pelaksanaan konstruksi sehingga manajemen
kesalamatan dan kesehatan kerja (K3) dinilai sangat penting. Secara umum metode
penilitian dirangkum dalam tiga langkah, yaitu mengajukan pertanyaan, mengumpulkan
data, dan menyajikan jawaban yang diperoleh sesudah data dan informasi dianalisis dengan
cara yang benar, komprehensif, dan logis. Tujuan dan sasaran manajemen risiko K3
(Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah terciptanya sistem K3 (Keselamatan dan
Kesehatan Kerja) di tempat kerja yang melibatkan segala pihak sehingga dapat mencegah
dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan terciptanya tempat kerja yang
aman, efisien dan produktif.
Penilitian ini dilaksanakan di proyek pembangunan gedung kampus terpadu IAIN
ternate maluku utara yang bertempat di kelurahan Dufa-Dufa kecamatan ternate utara. Data
primer di peroleh dari wawancara pihak kontraktor dan pembagian kuesioner kepada para
pekerja dilokasi proyek, sedangkan data sekunder diperoleh dari laporan, jurnal, data
pekerjaan serta data-data yang berkaitan dengan manajemen K3.
Dari hasil analisis penilaian terhadap risiko K3 (Kesehatan dan Kesehatan Kerja)
diketahui level atau tingkat menurut standar AS/NZS 2004 yaitu terdapat 0 risiko tergolong
risiko tinggi (high risk), 14 risiko tergolong risiko sedang (medium risk), dan 36 risiko
tergolong risiko rendah (low risk)
Tidak tersedia versi lain