Text
"ANALISIS HUKUM PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK PADA TAHAP PENYIDIKAN PERKARA TINDAK PIDANA LALU LINTAS (STUDI KASUS DI KEPOLISIAN RESOR TIDORE) "
Ridwan Usman, Analisis Hukum Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Pada Tahap
Penyidikan Perkara Tindak Pidana Lalu Lintas (Studi Kasus di Kepolisian Resor
Tidore) (dibimbing oleh Anshar dan Nam Rumkel).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan diversi terhadap anak
pada tahap penyidikan perkara tindak pidana lalu lintas di Kepolisian Resor
Tidore, serta untuk menelaah aspek yang mempengaruhi pelaksanaan diversi
terhadap anak pada tahap penyidikan perkara tindak pidana lalu lintas di
Kepolisian Resor Tidore. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian
hukum empiris dengan studi lapangan dan studi kepustakaan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak Pada
Tahap Penyidikan Perkara Tindak Pidana Lalu Lintas Di Kepolisian Resor Tidore
belum terlaksana secara optimal sebagaimana ketentuan dalam UU SPPA maupun
dalam peraturan pelaksananya yakni dalam peraturan pemerintah yang mengatur
tata cara pelaksanaan diversi, dimana Pada Tahap Penyidikan Perkara Tindak
Pidana Lalu Lintas Di Kepolisian Resor Tidore kurang melibatkan masyarakat
dalam proses pelaksanaan diversinya sehingga lebih banyak penyelesaian diversi
dilakukan dengan musyawarah keluarga. Pelaksanaan Diversi Terhadap Anak
Pada Tahap Penyidikan Perkara Tindak Pidana Lalu Lintas Di Kepolisian Resor
Tidore dipengaruhi oleh bebagai aspek seperti aspek aparat penegak hukum yang
terlibat langsung dalam proses pelaksnaaan diversi yang masih sangat terbatas
jumlahnya yang memiliki kemampuan dan pemahaman dalam pelaksanaan
diversi, aspek sarana prasarana dan fasilitas yang dapat menunjang pelaksanaan
diversi yang masih sangat terbatas dalam mendukung kerja penyidik dalam proses
pelaksnaan diversi pada tahap penyidikan serta aspek masyarakat itu sendiri baik
dari pihak pelaku maupun dari pihak korban yang masih memiliki paradigma
bahwa ketika seseorang melakukan tindak pidana baik itu yang sudah dewasa
maupun anak maka harus dihukum, sehingga dengan paradigma tersebut
mempengaruhi keberhadilan proses pelaksanaan diversi.
KATA KUNCI: Diversi; Anak; Tindak Pidana Lalu Lintas.
Tidak tersedia versi lain