Text
PERANCANGAN KAWASAN BENTENG SANTO PEDRO Y PAULO DI KOTA TERNATE (Pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular)
Maluku Utara dikenal sebagai provinsi yang kayaakan sejarah dan
kebudayaannya, sehingga pemerintah berupaya untuk menjaga dan melestarikan
aset-aset peninggalan sejarah agar tidak hilang terkikis oleh zaman. Sebagaimana
yang tercantum pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar
Budaya yang berbunyi warisan budaya yang bersifat kebendaan berupa Benda
Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar
Budaya dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan atau di laut agar perlu
dilestarikan keberadaanya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu
pengetahuan, pendidikan, agama dan kebudaya melalui proses penetapan.
(Sumber : Undang-Undang Republik indonesia Nomor 11 Tahun 2010 cagar
budaya. Balai pelestariaan cagar budaya Maluku Utara (BPCB MALUT )).
Metode perancangan yang digunakan dalam mendesain kawasan benteng
Santo Pedro Y Paulo dengan pendekatan Arsitektur Neo Vernacular adalah
pengumpulan data, analisis data, konsep serta desain berupa gambar-gambar dan
perspektif. Dengan adanya Perancangan Kawasan Benteng Santo Pedro Y Paulo
di Kota Ternate diharapkan dapat meningkatkan daya keingintahuan pelajar,
akademisi maupun wisatawan akan berkunjung dan berwisata Budaya, Sejarah
serta peran Kesultanan Ternate Melawan Bangsa Eropa dan untuk kemerdekaan
Indonesia.
Kata kunci : Arsitektur Neo Vernacular; Benteng; Santo Pedro Y Paulo; Ternate.
Tidak tersedia versi lain