Text
PEMANFAATAN MATERIAL SLAG NICKEL DAN FLY ASH SEBAGAI BAHAN TAMBAH PERBAIKAN TANAH DASAR DI PULAU OBI
PEMANFAATAN MATERIAL SLAG NICKEL DAN FLY ASH SEBAGAI
BAHAN TAMBAH PERBAIKAN TANAH DASAR DI PULAU OBI
Kata Kunci : Pengaruh Penambahan, Fly Ash dan Slag Nickel Untuk
Perbaikan Tanah Lempung OBI
Tanah lempung sering menjadi masalah dalam pelaksanaan pembangunan jalan di
desa kawasi kecamatan obi barat. Dalam hal ini untuk menstabilisasikan dengan fly ash dan
slag nickel untuk mengubah sifat fisik dan mekanis tanah, sehingga material tersebut dapat
dipergunakan sebagai daya dukung sub-grade dan sub-base.
Penelitian ini melalui pengujian Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik
Universitas Khairun untuk mengetahui sifat fisik dan makanis tanah dengan menggunakan
metode ASTM dan pendekatan metode AASTHO. Bahan yang dijadikan sampel adalah
Tanah Lempung yang berada di kecamatan obi barat, Fly Ash dan Slag Nickel salah satu
dari limbah hasil pengolahan PT. Aneka Tambang yang terletak di desa kawasi.
Hasil dari pengujian menunjukan bahwa Nilai CBR (Unsoaked) material Tanah
setempat sebesar 32,81 % pada penetrasi 0,2”, kadar air (w) 21,3 %. CBR (Soaked) material
Tanah setempat sebesar 13,97 % pada penetrasi 0,1”, kadar air (w) 43,1 %. Nilai CBR
(Unsoaked) material Fly Ash sebesar 41,06 % pada penetrasi 0,1”,kadar air (w) 29,2 %. CBR
(Soaked) material Fly Ash sebesar 127,29 % pada penetrasi 0,2”, kadar air (w) 66,3 %. Nilai
CBR (Unsoaked) material Slag Nickel sebesar 12,13 % pada penetrasi 0,2”, kadar air (w)
1,4 %. CBR (Soaked) material Slag Nickel sebesar 12,87 % pada penetrasi 0,1”, kadar air
(w) 9,30 %. Nilai CBR (Unsoaked) material Tanah Setempat (50%) + Fly Ash (25%) + Slag
Nickel (25%) sebesar 51,54 % pada penetrasi 0,2”, kadar air (w) 30,9 %. CBR (Soaked)
material Tanah Setempat (50%) + Fly Ash (25%) + Slag Nickel (25%) sebesar 41,81 %
pada penetrasi 0,2”, kadar air (w) 21,6 %. Nilai CBR (Unsoaked) material Tanah Setempat
(50%) + Fly Ash (20%) + Slag Nickel (30%) sebesar 47,54 % pada penetrasi 0,1”, kadar air
(w) 18,4 %. CBR (Soaked) material Tanah Setempat (50%) + Fly Ash (20%) + Slag Nickel
(30%) sebesar 59,42 % pada penetrasi 0,1”, kadar air (w) 27,3 %. Nilai CBR (Unsoaked)
material Tanah Setempat (50%) + Fly Ash (15%) + Slag Nickel (35%) sebesar 78,52 %
pada penetrasi 0,1”, kadar air (w) 16,7 %. CBR (Soaked) material Tanah Setempat (50%) +
Fly Ash (15%) + Slag Nickel (35%) sebesar 59,42 % pada penetrasi 0,1”, kadar air (w) 24,4
%.
Tidak tersedia versi lain