Text
ANALISIS MAKNA FILOSOFI MAKANAN ADAT PERKAWINAN TERNATE
Apri Gunawan, 2023. Analisis Makna Filosofi Makanan Adat Perkawinan
Ternate. Pembimbing Rafik M Abasa, S.Pd.,M.Pd dan Anwar Nada,
S.Pd.,M.Hum
Penelitian ini dilaksanakan di Ternate Maluku Utara, penelitian ini dilakukan
untuk mengetahui makna filosofi yang terkandung pada setiap makanan adat yang
disajikan pada saat kedua mempelai telah melaksanakan Akad nikah. Tujuan dari
penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana folosofi penamaan makanan adat
perkawinan Ternate dan mengetahui makna filosofi makanan adat perkawinan
Ternate. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif.
Teknik pengumpulan data yang peneliti lakukan yaitu obsevasi, wawancara dan
dokumentasi serta Teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data,
reduksi data, penyajiaan data dan penarikan kesimpulan.
Makna filosofi makanan adar perkawinan Ternate termasuk pada jenis makna
leksikal dan gramatikal yaitu pada makanan adat perkawinan Ternate Dada ( nasi
kuning ) atau nasi kuning melambangkan bagian dari pada gunung ternate, koboro
bisa diartikan sebagai satu kesatuan atau payung kekutan kerajaan yang tidak terlepas
dari pada kontribusi besar dari keperkasaan seorang laki laki yang tidak mudah kalah
untuk memperthankan rasa tanggung jawab dan kewajibannya, ketupat nanas
diartikan sebagai kemewahan seorang wanita yang harus dijaga, terong bisa dimaknai
sebagai keperkasaaan seorang lelaki dewasa yang diperuntukan kepada pasangannya
atau istrinya. Dan berdasarkan penamaan pada makanan adat perkawinan Ternate
masuk termasuk pada jenis penamaan berdasarkan keserupaan yaitu berdasarkan
dengan bentuk keserupaan kobo yang dalam Bahasa Indonesia artinya hewan kerbau,
kobo menyerupai dengan bentuk hewan Kerbau. penamaan Nanas pada makanan adat
perkawinan Ternate termasuk pada Penamaan berdasarkan bentuk keserupaan karena
nanas pada makanan adat perkawinan Ternate memiliki bentuk yang menyerupai
dengan buah nanas. Pada setiap makanan adat perkawinan yang disajikan kepada
kedua mempelai memiliki makna filosofi yang berbeda-beda. Makanan adat
perkawinan yang disajikan berupa Dada, Srikaya, Koboro/Ketupat, Nanas, pali-pali
atau nasi jaha, bubur kacang, boboto dan Terong. Makanan adat perkawinan
merupakan bagian dari asset budaya yang harus terus dilestarikan.
Kata kunci : Makna filosofi makanan adat perkawinan Ternate
Tidak tersedia versi lain