Text
EKONOMI BIAYA-MANFAAT PERIKANAN TUNA MADIDIHANG (Thunnus albacares) DI KELURAHAN JAMBULA KOTA TERNATE
M. Hatta Hanafi, Npm : 05192011028. “Ekonomi Biaya-Manfaat Perikanan
Tuna Madidihang (Thunnus Albacares) Di Kelurahan Jambula Kota
Ternate”. Dibimbing Oleh : Bahar Kaidati, SE, M.Si dan Dr. Amirul Karman,
S.Pi, M.Si.
Perikanan tuna merupakan sektor unggulan yang memiliki potensi besar
dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perekonomian daerah.
Kelurahan Jambula, Kota Ternate, merupakan salah satu sentra perikanan tuna skala
kecil yang melibatkan berbagai aktor ekonomi, seperti nelayan, distributor BBM,
distributor es balok, dan koperasi nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kelayakan ekonomi perikanan tuna di Kelurahan Jambula dengan
pendekatan analisis biaya-manfaat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner.
Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer yang diperoleh langsung dari
responden dan data sekunder dari laporan instansi terkait. Responden dipilih
menggunakan metode purposive sampling, melibatkan nelayan tuna, distributor
BBM, distributor es balok, dan koperasi nelayan. Analisis dilakukan dengan
menghitung biaya investasi, biaya operasional, nilai produksi, keuntungan bersih,
Net Present Value (NPV), Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), dan Internal Rate of
Return (IRR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total biaya investasi yang
dikeluarkan oleh seluruh aktor mencapai Rp. 4.265.099.000,00, sedangkan total
nilai produksi tahunan adalah Rp. 12.722.880.000,00. Total biaya operasional
tercatat sebesar Rp. 10.070.987.266,67, menghasilkan keuntungan bersih sebesar
Rp. 2.651.892.733,33. Hasil analisis ekonomi menunjukkan NPV sebesar Rp.
14.382.592.429,18, R/C Ratio sebesar 1,26, dan IRR sebesar 62%, yang jauh lebih
tinggi dibandingkan tingkat diskonto 10%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat
disimpulkan bahwa aktivitas perikanan tuna di Kelurahan Jambula layak secara
ekonomi dan memberikan manfaat yang signifikan bagi pelaku usaha perikanan.
Namun, untuk meningkatkan keberlanjutan usaha, diperlukan dukungan dalam
bentuk subsidi BBM, penguatan koperasi nelayan, peningkatan infrastruktur
penyimpanan ikan, serta diversifikasi produk olahan tuna.
Kata kunci: Perikanan tuna, biaya-manfaat, NPV, R/C Ratio, IRR, Kelurahan
Jambula.
Tidak tersedia versi lain