Text
ANALISIS PENGARUH VARIASI BOTTOM ASH ( BATU BARA ) SEBAGAI MATERIAL SUBTITUSI AGREGAT HALUS PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-BASE
Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi sumber daya alam berupa ketersediaan Batu bara yang
banyak. Batu bara adalah jenis pasir yang berwarna hitam, PT PLN (Persero) bersama Pemerintah
Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Maluku Utara, memanfaatkan abu sisa pembakaran batu bara, atau
disebut.Fly.Ash.Bottom.Ash.(FABA)`dari`PLTU`Tidore`melalui`pembangunan`rumah – Rumah
Sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, hasil produksi
olahan FABA tersebut dimanfaatkan untuk membangun satu unit rumah milik warga dengan ukuran
35’meter’persegi,"kata’Wakil’Walikota’Tidore’Kepulauan,..Penelitian`ini`dilakukan`untuk`meng
etahui pengaruh penggunaan Batu bara sebagai bahan pengganti pasirpada karakteristik campuran
aspal beton lapis pondasi ( AC - BASE ).
Penelitian ini mengunakan metode The Asphalt Institut, Standar Nasional Indonesia (SNI), dan
Spesifikasi Umum 2018 – Seksi 6,3. Penelitian ini untuk identifikasi dan mengetahui pengaruh
penggantian batu bara pada campuran AC - BASE. Presentase variasi yang digunakan dalam
prnggantian material adalah pasir normal 15%, batu bara 15%, pasir normal 7,5%, : batu bara 7,5%,
pasir normal 11,25% : batu bara 3,75% dan pasir apunbatu bara 11,25% : pasir normal 3,75%.
Perkerasan Untuk mengetahui karakteristik Marshall terhadap campuran AC - BASE dengan
menggunakan bahan Pengganti agregat pasir batu bara.Hasil pengujian marshall test dengan pasir
0% : Bottom Ash 15% menunjukkan nilai stabilitas tertinggi = 2465,91 kg pada kadar aspal 6 %,
Kata Kunci : batu bara Sebagai Bahan Pengganti agregat halus, AC - BASE, Karateristik Marshall
Test, The Asphalt Institut,
Tidak tersedia versi lain