Text
PERANCANGAN MUSEUM PERANG DUNIA II KABUPATEN PULAU MOROTAI ( Pendekatan : Arsitektur Neo-Vernacular )
Kabupaten Pulau Morotai merupakan salah satu wilayah yang memiliki jejak
sejarah penting dalam peristiwa Perang Dunia II. Keberadaan basis militer Sekutu
di pulau ini menjadikannya situs bersejarah yang potensial untuk dikembangkan
sebagai destinasi edukatif dan pariwisata. Banyak peninggalan sejarah dan kisah
masa lalu yang masih tersimpan, namun belum sepenuhnya terwadahi dalam sarana
edukatif yang representatif. Oleh karena itu, Perancangan Museum Perang Dunia II
di Kabupaten Pulau Morotai dengan pendekatan arsitektur neo-vernakular
bertujuan untuk mengangkat nilai lokal sekaligus menyampaikan narasi sejarah
secara kontekstual dan menarik, serta memperkuat identitas lokal melalui
pendekatan arsitektur yang kontekstual dan bermakna. Konsep Arsitektur Neo-
Vernakular digunakan utuk menggabungkn kearifan lokal Pulau Morotai yang dapat
mengharmonisasikan antara elemen tradisional arsitektur lokal dengan tuntutan
desain kontemporer. Lokasi Perancangan Museum Perang Dunia II di Kabupaten
Pulau Morotai berada di Jl. Moh Yamin, Desa Juanga, Kec. Morotai Selatan,
Kabupaten Pulau Morotai. Metode perancangan meliputi berbagai tahapan yaitu
studi literature, analisis tapak, pendekatan kontekstual budaya dan iklim, serta
interpretasi elemen-elemen arsitektur tradisional kedalam bentuk yang lebih modern
dan komunikatif. Hasil desain mencerminkan identitas budaya lokal yang
mendukung narasi sejarah, seperti area pameran dan ruang sejarah. Museum ini
diharapkan menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah, sekaligus memperkuat
daya tarik wisata edukatif di Pulau Morotai. Integrasi antara sejarah dan budaya
lokal melalui pendekatan Arsitektur Neo-Vernakular diharapkan mampu
menciptakan ruang yang tidak hanya estetis, tetapi juga bermakna dan kontekstual.
Kata kunci: Museum Perang Dunia II, Pulau Morotai, Arsitektur Neo-Vernakular
Tidak tersedia versi lain