Text
STUDI PENGARUH VARIASI SUHU PEMANASAN TERHADAP SIFAT MEKANIS MORTAR GEOPOLIMER BERBAHAN DASAR SLAG NIKEL
Kata Kunci : Mortar Geopolimer, Slag Nikel & Fly Ash
Saat ini Maluku Utara telah beroperasi beberapa industri yang menghasilkan limbah
yang belum dimanfaatkan seperti di Kota Tidore terdapat Pembangkit Listrik Tenaga
Uap (PLTU) yaitu limbah padat berupa fly ash. Adapaun Industri lain yang
berkembang adalah industri pertambangan pengolahan biji nikel Harita Nickel yang
beroperasi di Pulau Obi Kabupaten Halmahera selatan. Dalam setahun aktivitas smelter
bisa menghasilkan 1 juta ton slag nikel, seiring dengan produksi slag nikel yang
dihasilkan, menyebabkan menumpuknya timbunan slag nikel, sehingga dirasa perlu
untuk untuk mencari pemanfaatan slag nikel. Geopolimer merupakan produk beton
geosintetik dimana reaksi pengikatan yang terjadi adalah reaksi polimerisasi. Dalam
reaksi polimerisasi, Aluminium (Al) dan Silika (Si) mempunyai peranan penting dalam
ikatan polimerisasi. Suhu panas membuat reaksi senyawa, sehingga terjadinya
peningkatan kuat tekan dan pada mortar geopolimer berbahan dasar slag nikel seiring
dengan variasi suhu pemanasan yang diberikan. Pada peneilitian ini variasi suhu
pemanasan yang digunakan yaitu suhu ruang dan pada suhu 40?C,60?C, 80?C, dan
100?C. Ukuran mortar yang digunakan berukuran 5 x 5 x 5 cm, berbahan dasar slag
nikel, fly ash tipe F, dan larutan Aktivator dengan perbandingan 1:1. Molaritas yang
digunakan yaitu 8 M. Kuat tekan tertinggi didapati pada suhu pemanasan 80?C.
Penyerapan tertinggi didapati pada suhu ruang.
Tidak tersedia versi lain