Text
PENGAWETAN TIGA JENIS KAYU LOKAL MALUKU UTARA KAYU MARFALA (Langerstroemia speciosa), KAYU MATOA (Pometia pinnata), DAN KAYU GOSALE (Dillenia papuana) MENGGUNAKAN TERUSI
Kayu Marfala (Langerstroemia speciosa), kayu Matoa (Pometia pinnata) dan, kayu
Gosale (Dillenia papuana) merupakan jenis kayu yang sering digunakan dan diperdagangkan
di Maluku Utara sebagai bahan utama bangunan hingga furniture. Kayu tersebut dapat menjadi
sumber makanan /atau tempat berlindung dan berkembangbiak serangga atau organisme yang
dipengaruhi faktor abiotik (panas, hujan, dan lembab). Pengawetan kayu bertujuan untuk
menambah umur pakai kayu, mencegah serangan hama dan penyakit, dan mengurangi resiko
kerusakan struktural. Salah satu metode pengawetan kayu yang digunakan di dalam penelitian
ini, yaitu menggunakan Tembaga Sulfat (CuSO4) atau terusi. Terusi bersifat anti mikroba, anti
oksidan, dan anti jamur yang mampu menghambat pertumbuhan jamur dan bakteri.konsentrasi
terusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan konsentrasi 5%. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh tembaga sulfat atau terusi pada keawetan tiga jenis kayu
lokal Maluku Utara terhadap serangan rayap tanah. Penelitian ini dilakukan pada selama 1
minggu di dalam Laboraturium Fakultas Pertanian dan selama 3 bulan untuk uji rayap di lahan
kebun Kelurahan Gamayou. Hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menghitung rata-rata
nilai kehilangan berat, maka persen kehilangan berat dan ketahanan kayu terhadap serangan
rayap yang mengacu pada SNI 01-7207-2006. Berdasarkan hasil penelitian pada uji ketiga jenis
kayu dengan aplikasi terusi berkonsentrasi 5% menunjukkan kehilangan berat lebih tinggi
dibandingkan dengan uji kayu tanpa bahan pengawet terusi.Rata-rata kayu Marfala terusi
kehilangan berat sebesar 12.05% tanpa terusi sebesar 13.98%.Rata-rata kayu Matoa terusi
sebesar 13.04% tanpa terusi 20.16%.adapun kayu Gosale terusi 11.77% tanpa terusi 16.79%.
Dari persentase kehilangan berat maka kayu Marfala dengan terusi termasuk kelas tahan (III)
Marfala tanpa terusi termasuk kelas tahan (IV), kayu Matoa dengan terusi termasuk kelas tahan
(IV) Matoa tanpa terusi termasuk kelas tahan (V), dan kayu Gosale dengan terusi termasuk
kelas tahan (III) Gosale tanpa terusi termasuk kelas tahan (IV).
Kata Kunci : Tembaga Sulfat, Pengawetan, Marfala, Matoa, Gosale
Tidak tersedia versi lain