Text
“DAMPAK KEBERADAAN TRANSPORTASI ONLINE TERHADAP PENDAPATAN TRANSPORTASI KONVENSIONAL” (Studi Kasus Ojek di Kota Ternate)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya pertumbuhan transportasi online yang
telah mengubah pola layanan angkutan masyarakat, termasuk di Kota Ternate.
Kehadiran ojek online seperti Gojek dan Grab sejak 2019 menimbulkan dampak
signifikan terhadap keberadaan ojek konvensional, terutama terkait penurunan
pendapatan dan perubahan pola operasional. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak keberadaan transportasi online terhadap pendapatan ojek
konvensional serta mengidentifikasi upaya yang dilakukan oleh ojek konvensional
dalam menghadapi persaingan tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif
dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, kuesioner, dan
wawancara kepada 45 responden dari berbagai titik pangkalan ojek di Kota Ternate,
seperti Jatiland Mall, Pelabuhan Dufa-Dufa, Pelabuhan Bastiong, dan Pasar
Higienis Gamalama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan ojek
konvensional mengalami penurunan signifikan sejak hadirnya ojek online.
Pangkalan ojek yang dulunya ramai kini mulai sepi, dan sebagian besar pengemudi
merasa kesulitan memperoleh penumpang. Meskipun demikian, banyak pengemudi
ojek konvensional tetap bertahan dengan berbagai strategi seperti mempertahankan
lokasi strategis, menyesuaikan tarif, hingga membatasi akses ojek online di
beberapa pangkalan. Kesimpulannya, keberadaan ojek online menimbulkan
tantangan serius bagi ojek konvensional, namun tidak sepenuhnya menghilangkan
eksistensinya. Dibutuhkan kebijakan yang inklusif agar keduanya dapat bersaing
secara sehat dan berkelanjutan.
Kata Kunci : Ojek Konvensional, Ojek Online, Pendapatan, Persaingan
Tidak tersedia versi lain