Text
IMPLEMENTASI NILAI -NILAI KARAKTER TOLERANSI PADA PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 3 HALMAHERA BARAT
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perilaku intoleran dan fanatisme suku yang
berlebihan di sekolah khususnya di SMK Negeri 3 Halmahera Barat yang membuat
hubungan tidak harmonis antara warga sekolah terutama peserta didik yang berbeda
keyakinan, suku, bahasa, dan budaya. Penelitian Ini bertujuan untuk: (1) untuk
mengetahui implementasi nilai-nilai karakter toleransi pada peserta didik di SMA Negeri
3 Halmahera Barat, (2) untuk mengetahui apa saja faktor pendorong dan penghambat
implementasi nilai-nilai karakter toleransi pada peserta didik di sma negeri 3 halmahera
barat. Metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Subjek penelitian ini terdiri dari (1) kepala sekolah; (2) Wakasek Kurikulum;
(3) Guru Agama; (4) Guru Bimbingan Konseling; (5) Guru PKn; (6) orang tua peserta
didik; dan (7) Peserta Didik. Teknik pengumpulan data yang di gunakan pada penelitian
ini yakni Observasi, Wawancara dan Dokumentasi dengan Teknik analisis menggunakan
reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1)
Implementasi nilai-nilai karakter toleransi pada peserta didik di SMA Negeri 3
Halmahera Barat, maka terdapat beberapa point yang menjadi temuan dalam penelitian
ini di antaranya; (a) Guru sebagai role model atau contoh terbaik dalam pergaulan peserta
didik di sekolah; (2) penanaman nilai-nilai toleransi di sekolah dan di rumah. Kedua hal
ini akan memperkuat implementasi nilai-nilai toleransi; (3). Pembiasaan hidup saling
menghargai perbedaan; (4) besikap akomodatif terhadap tumbuh kembanya perbedaan di
sekolah; dan (5) membudayakan saling salam dan sapa di antara warga sekolah. (2)
Faktor Pendukung dan Penghambat Implementasi Nilai-Nilai Karakter Toleransi Pada
Peserta Didik Di SMA Negeri 3 Halmahera Barat, yakni: (a) Faktor Pendukung. di
antarnya adalah (1) kepemimpinan kepala sekolah yang sangat akomodatif; (2) peserta
didik memiliki ikatan emosional yang sama; (3) guru sebagai motivator dalam
mengajarkan budaya toleransi; dan (4) peran orang tua di rumah dalam mengajarkan
nilai-nilai toleransi; (b) Faktor Penghambat.adalah: (1) adanya sikap intoleran dari oknum
peserta didik; dan (2) Adanya fanatisme suku yang berlebihan.
Kata Kunci : Implementasi, Nilai Karakter, Toleransi, Peserta didik
Tidak tersedia versi lain