Text
EFEKTIVITAS DIREKTORAT LALU LINTAS POLDA MALUKU UTARA DALAM MELAKUKAN PENERAPAN TILANG ELEKTRONIK BAGI KENDARAAN YANG BUKAN HAK MILIK (STUDI KASUS KOTA TERNATE)
RIVALDO ABUBAKAR, 01011811114. Efektivitas Direktorat Lalu
Lintas Polda Maluku Utara Dalam Melakukan Penerapan Tilang
Elektronik Bagi Kendaraan Yang Bukan Hak Milik (Studi Kasus Kota
Ternate) (Dibimbing oleh Aslan Hasan dan Fahria)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertanggungjawaban
pidana terhadap pelangaran lalu lintas yang menngunakan kendaraan yang
bukan hak milik dalam system Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)
di Kota ternate. Serta bagaimana Bagaimana perlindungan Hukum terhadap
pemilik kendaraan yang tidak melakukan pelangaran lalu lintas di kota
Ternate.
Penelitian ini dilakukan di wilayah hukum kantor Direktorat Lalu Lintas
(Ditlantas) Polda Maluku Utara khususnya Kota Ternate. Metode penelitian
yang digunakan adalah metode penelitian hukum empiris. Metode penelitian
hukum empiris adalah penelitian hukum yang berfungsi untuk melihat
hukum dalam artian yang nyata dalam pelanggaran Lalu Lintas yang
mengunakan kendaraan Bukan Hak Milik serta meneliti bagaimana bekerja
system Etilang di Kota Ternate. Penelitian hukum empiris memerlukan data
primer dengan melalui penelitian lapangan yang dilakukan baik dengan
wawancara dan pengamatan (observasi). Untuk itu dalam hal
pertanggungjawaban pidana terhadap pelangaran lalu lintas yang
menngunakan kendaraan yang bukan hak milik dalam system Electronic
Traffic Law Enforcement (ETLE) di Kota ternate masih menjadi kegaduhan
selama ini karna system Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sendiri
masih berfokus pada pemilik kendaraan, sehinga dalam hal perlindungan
Hukum terhadap pemilik kendaraan yang tidak melakukan pelangaran lalu
lintas menjadi bias inilah yang menimbulkan persoalan hukum yang serius
karena bertentangan dengan prinsip dasar hukum pidana yang menegaskan
bahwa pidana hanya dapat dijatuhkan kepada orang yang melakukan
kesalahan secara langsung atau dikenal dengan asas tidak ada pidana tanpa
kesalahan.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa system Electronic Traffic
Law Enforcement (ETLE) dalam pelangaran lalu lintas masih belum efektif
karena system Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sendiri masih
berfokus pada pemilik kendaraan bukan pada pengendara yang melakukan
pelanggaran
Tidak tersedia versi lain